ACARA AQIQAH SESUAI SUNNAH - WA 0878 5300 0101
Acara
aqiqah sesuai sunnah Rasul tentunya harus diketahui oleh orangtua.
Apalagi kelahiran sang buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu
oleh setiap orang tua. Sebagai bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran
anaknya ialah dengan menggelar aqiqah. Berikut ini yang perlu diperhatikan oleh
para orang tua saat menggelar acara aqiqah.
1. Hewan yang disembelih Adalah Acara Aqiqah Sesuai Sunnah
Saat sudah meniatkan untuk mengaqiqahi Si Kecil, ada hal yang
perlu diperhatikan, terutama untuk jumlah kambing yang akan disembelih. Dari
hadist diriwayatkan, “Siapa dari kalian yang suka menyembelih atas kelahiran
anak maka lakukanlah, anak laki dua ekor kambing yang cukup syarat, anak wanita
dengan satu ekor” (HR Ahmad, Abu Dawun, An-Nasaa-i).
Pada anak laki-laki harus berjumlah dua ekor kambing yang sekufu
atau keduanya mirip (sama usianya, sama jenisnya, sama ukurannya). Jika tidak
sama persis, setidaknya mendekati. Sedangkan, untuk anak perempuan jumlah hewan
aqiqah hanya satu kambing saja.
Apakah boleh jika aqiqah selain hewan kambing? Dari sabda Nabi,
telah jelas bahwa hewan aqiqah adalah kambing, bukan hewan lainnya. Mengikuti
sunnah nabi, maka kambing adalah satu-satunya pilihan.
2. Memasak Daging
Aqiqah
Acara aqiqah sesuai sunnah Rasul selanjutnya adalah memasak daging dari hewan yang disembelih untuk aqiqah. Namun jumhur ulama lebih mengajurkan untuk memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang-orang. Hal itu diungkapkan dalam kitab Atahzib yang ditulis Imam Al-Baghawi.
Yang artinya: “Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan
aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian
diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab
Atahzib)
Kemudian, pendapat yang ditulis dalam kitab Al-Musfashshal fi
Ahkamil Aqiqah yang artinya, ” Kebanyakan ahlul ilmi menganjurkan agar daging
hewan aqiqah tidak dibagikan dalam keadaan mentah, namun dimasak terlebih
dahulu kemudian disedekahkan pada orang fakir.”
3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah
Menurut hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, daging aqiqah
sebaiknya dimasak terlebih dahulu dan dimakan oleh keluarga, baru dibagikan.
Yang artinya: Aisyah r.a berkata, “Sunnahnya dua ekor kambing
untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak
tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan
pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)
Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, sudah jelas disebutkan
bahwa daging aqiqah sebagian dimakan. Sedangkan sebagiannya lagi dibagikan
kepada orang-orang. Sebagian daging aqiqah diberikan kepada keluarga Muslim
yang melaksanakan aqiqah. Sementara sisanya dapat dibagikan kepada tetangga
ataupun fakir miskin.
4. Mencukur Rambut dan Memberikan
Nama
Acara aqiqah sesuai sunnah Rasul berikutnya adalah mencukur
rambut bayi yang baru lahir dan memberikan nama kepadanya. Dalam tata cara
aqiqah sesuai sunnah rasul ini, orang tua memberikan nama yang baik kepada anak
yang baru lahir.
Memberikan nama yang baik mencerminkan bagaimana akhlak dan
imannya nanti kepada Allah SWT. Sedangkan hukum mencukur rambut bayi saat
melakukan aqiqah menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama adalah sunnah.
5. Mendoakan Bayi Adalah Acara
Aqiqah Sesuai Sunnah
Acara aqiqah sesuai sunnah rasul selanjutnya adalah mendoakan
bayi yang baru lahir. Berikut adalah bacaan doa yang sebaiknya diucapkan untuk
bayi yang baru lahir.
“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa
haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”
Yang artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan
kalimat Allah yang Perkasa, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap
pandangan yang penuh kebencian.”
Wallahua’lam bi showwab


Komentar
Posting Komentar